Berita terbaru dari ICM
Berita terbaru dari ICM

Minggu lalu, kemeriahan begitu terasa di dalam kelas Program Pendidikan Usia Dini, dimana saat siswa menggunakan topi koki dan celemeknya untuk kelas memasak. Kelas ini ini bukan hanya kegiatan yang dilakukan sesekali saja; ini adalah bagian dari kurikulum kami dan salah satu dari banyak kegiatan yang dilakukan rutin setiap term.
Memasak merupakan pengalaman multisensori yang lebih dari sekedar mengikuti resep. Bagi siswa kami, aktivitas ini adalah tempat bermain interaktif dimana pendidikan bertemu dengan kesenangan. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana kegiatan fun cooking kami dapat berkontribusi terhadap perkembangan siswa:
Pola Pikir Matematika: Mengukur bahan makanan secara langsung seperti pelajaran matematika. Siswa ECP kami belajar tentang volume, berat, dan kuantitas. Menghitung telur atau menuangkan air membantu mereka memahami angka dan operasi secara nyata.
Perkembangan Bahasa: Saat mereka mencampur bahan, siswa diperkenalkan dengan kosakata baru. Mengikuti resep juga dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memproses instruksi dan mengembangkan keterampilan mendengarkan.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri: Dengan setiap hidangan yang berhasil dihidangkan, ada rasa pencapaian dari sang anak. Kegiatan ini juga dapat menghasilkan kemandirian dan inisiatif yang lebih besar.
Kebiasaan Makan Sehat: Memahami apa yang terkandung dalam makanan mereka juga mendorong siswa untuk memilih makanan yang lebih baik di luar sekolah.
Penguasaan Keterampilan Motorik: Membuat adonan dan memotong bahan merupakan cara terbaik bagi anak untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya.
Kelas memasak ini lebih dari sekedar kegiatan; ini adalah petualangan yang menstimulasi kelima indera dan membekali siswa kami dengan keterampilan yang dikemas dalam paket yang menyenangkan dan menarik.
Mari dukung para koki cilik ini untuk bereksplorasi dan berkreasi. Semoga petualangan kuliner mereka dapat menginspirasi kecintaan untuk terus belajar dan berkembang.