Berita terbaru dari ICM
Berita terbaru dari ICM

Jadi hari ini ingin menuliskan kembali informasi yang sempat terputus, sekaligus berbagi pengalaman tentang memilih sekolah untuk anak. Mendekati akhir tahun menuju awal tahun seperti ini sudah menjadi sebuah rutinitas bagi para orang tua yang berencana mengirim anak-anaknya masuk sekolah dasar untuk mulai berburu sekolah.
Tahun lalu saya sudah menjalani kesibukan seperti ini :) Tepatnya Januari 2014 saya sudah mendampingi anak saya menjalani observasi test di dua sekolah swasta di sekitar BSD Serpong. Tulisan ini juga merupakan sambungan tulisan saya beberapa waktu lalu tentang memilih sekolah untuk anak. Keputusan akhir kami (saya dan suami) adalah mendaftarkan anak kami ke SDI Al Azhar dan SDI Insan Cendekia Madani.
Sekolah Dasar Insan Cendekia Madani (Boarding School Development) Sekolah ini letaknya paling dekat dengan rumah saya. Sekitar 1 KM saja. Awalnya saya hanya mengetahui sekolah ini berkonsep boarding (asrama pesantren) untuk siswa SMP dan SMA. Ternyata tahun 2014, ICM membuka angkatan pertama untuk Sekolah Dasar. Dan ini menjadi alternatif kedua daftar sekolah tujuan. Berikut rincian biayanya untuk tahun ajaran 2014/2015 :
Daya tampung kelas: 4 kelas (satu kelas 20 siswa dengan 2 Guru). Di angkatan pertama ini, jumlah siswa yang mendaftar hanya 42. Jadi tahun ajaran 2014 ini mereka dibagi menjadi 2 kelas dengan tiap kelas didampingi 2 orang Guru dan 1 guru Agama.
Sistem pembelajaran : Menggabungkan kurikulum nasional dengan Cambridge, menggunakan dwi bahasa.
Observasi test yang dilakukan lebih interaktif. Anak masuk dalam ruang kelas yang berkaca, sehingga orang tua bisa ikut mengamati . Model observasi seperti simulasi dalam kelas. Setiap anak mendapat tugas semacam dikte dari Examiner untuk menggambar, mewarnai, membuat garis, lingkaran, menulis angka. Tidak ada test seperti soal-soal membaca dan berhitung, yang biasanya paling dikhawatirkan orang tua . Waktu observasi kurang lebih 1.5 Jam. Oya buat saya tak penting anak masuk sekolah dasar harus bisa membaca dan berhitung. Bagi saya yang lebih penting adalah kesiapan psikis dan kemandiriannya. Jadi jika sistem observasi test lebih cenderung menyeleksi anak seperti tulisan saya ini saya tidak pernah khawatir dan pantang menyerah untuk terus mencari sekolah yang sepemikiran dengan saya :)
Di ICM, selain pemetaan terhadap anak, ada sesi wawancara antara Sekolah dengan Orang tua. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain, apa alasan memilih mendaftar ke sekolah ICM, tujuan dan harapan orang tua terhadap sekolah, kemampuan biaya serta bagaimana pandangan orang tua menempatkan posisinya terhadap proses pendidikan. Ini penting untuk menyamakan visi misi antara sekolah dan orang tua. Juga meminimalisir gap antara harapan (keinginan) orang tua dengan target pendidikan yang direncanakan oleh sekolah. Dari semua pertimbangan ini, akhirnya kami memutuskan memilih Insan Cendekia Madani menjadi "partner" kami untuk mengantar anak saya menjalani enam tahun yang akan menjadi titik awal bagi pembentukan iman dan karakternya.
Artikel ini ditayangkan di Kompasiana
Publikasi Lainnya |