Berita terbaru dari ICM
Berita terbaru dari ICM

Puluhan pelajar SMA Insan Cendekia Madani (ICM) Kota Tangerang Selatan belajar pemanfaatkan internet untuk bisnis di Kampung Blogger Kota Magelang. Hal ini mengingat Kampung Blogger cukup konsisten memanfaatkan blog di internet untuk jualan produk-produk kreatif Magelang.
Menariknya, mereka tidak mengunjungi langsung Kampung Menowo, Kelurahan Kedungsari sebagai Kampung Blogger di Kota Magelang, melainkan di arena Pasar Seni Magelang (PSM) Skyglight Plaza Jalan Tentara Pelajar. Hal ini tak lain sekaligus memperkenalkan konsep PSM yang akan diresmikan.
Ketua Rombongan Study Tour SMA ICM, Hikmawan mengatakan, sebelum memutuskan ke Kampung Blogger Kota Magelang, pihaknya terlebih dahulu mencari referensi. Ketemulah dengan kampung ini yang diyakini cocok dengan tujuan study tour.
“Kami melihat, warga mampu memanfaatkan internet untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Kebetulan, di SMA ICM terdapat mata pelajaran ekonomi peminatan yang arahnya mengetahui ekonomi macam apa saja yang bisa dikembangkan di jaman sekarang,” ujarnya di sela study tour, Rabu (20/2).
Dalam study tour ini pihaknya membawa sebanyak 77 siswa kelas X. Setiap tahun pihaknya selalu melaksanakan kegiatan ini yang berkaitan dengan kompetensi di bidang ekonomi peminatan, biologi peminatan, dan seni budaya.
“Selalu kita mencari kota mana yang memiliki tiga kompetensi itu, sehingga bisa kita datangi untuk pembelajaran para siswa. Selain belajar, anak-anak juga sekaligus kunjungan wisata ke beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar Magelang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kampung Blogger, Wahyu Setyo Utomo mengutarakan, memang benar para siswa ini datang untuk belajar tentang manfaat blogg secara ekonomi dan bisnis. Para siswa ini pun dilatih menggunakan teknologi informasi secara positif untuk kepentingan bisnis dan ekonomi.
“Kita manfaatkan blog di media sosial ini untuk hal positif, seperti bisnis. Kita tuangkan dalam bentuk tulisan, gambar, dan video sebagai alat publikasi yang baik tentang produk yang dijual,” jelasnya.
Artikel ini ditayangkan di Suara Merdeka