Berita terbaru dari ICM
Berita terbaru dari ICM

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, siswa-siswi Primary School Insan Cendekia Madani (ICM) mengikuti kegiatan Persari dan Perkajum, dua kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk membantu siswa belajar, berkembang, dan membangun keterampilan hidup melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Mengusung tema “Jelajah Alam Wujud Cinta pada Sang Pencipta”, kegiatan ini mengajak siswa untuk mengenal dan menghargai alam sekaligus memperkuat keimanan, membentuk karakter, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Persari, singkatan dari Perkemahan Satu Hari, merupakan kegiatan perkemahan sehari bagi siswa kelas 1 dan 2. Sementara itu, Perkajum, singkatan dari Perkemahan Kamis Jumat, merupakan kegiatan perkemahan yang berlangsung selama dua hari satu malam bagi siswa kelas 3 dan 4. Meskipun dirancang sesuai dengan jenjang usia masing-masing, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai kebaikan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.
Melalui kegiatan kepramukaan, siswa belajar lebih dari sekadar menyelesaikan tugas atau mengikuti permainan. Mereka diajak memahami hikmah di balik kegiatan kepramukaan, mengenal bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta membiasakan diri untuk membangun karakter yang baik. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dan ajaran Islam, Persari dan Perkajum menjadi sarana untuk memupuk semangat keislaman sekaligus menumbuhkan sikap mandiri, percaya diri, dan peduli terhadap sesama.
Sepanjang kegiatan, siswa mengikuti beragam aktivitas yang mendorong kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan memecahkan masalah. Salah satunya adalah belajar mendirikan tenda, yang memperkenalkan siswa pada keterampilan dasar dalam kegiatan perkemahan. Saat mempersiapkan tenda bersama, siswa belajar pentingnya bekerja sama, berkomunikasi, dan bersabar. Mereka memahami bahwa menyelesaikan suatu tugas tidak hanya membutuhkan usaha individu, tetapi juga kemauan untuk saling membantu dan berkontribusi demi mencapai tujuan bersama.
Berbagai permainan kekompakan turut menjadi bagian menarik dari rangkaian kegiatan. Dalam salah satu permainan, siswa bekerja sama menyusun gelas hingga membentuk piramida. Meskipun terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan koordinasi, perencanaan, dan komunikasi yang baik antar teman. Siswa belajar mendengarkan pendapat satu sama lain, berbagi ide, serta mencari solusi bersama untuk menyelesaikan tantangan. Dari aktivitas ini, mereka memahami bahwa kerja sama dibangun melalui rasa saling percaya, sikap menghargai, dan kemampuan untuk bekerja menuju tujuan yang sama. Permainan lainnya juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih kekompakan, membangun kepercayaan diri, dan menghadapi tantangan dengan sikap positif.
Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar memasak. Melalui aktivitas ini, mereka dilibatkan dalam tanggung jawab praktis yang mungkin jarang ditemui dalam kegiatan belajar sehari-hari di kelas. Siswa belajar mengikuti arahan, bekerja bersama, dan menghargai proses di balik penyajian makanan. Pengalaman ini juga mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan rasa syukur, sekaligus mengingatkan mereka untuk tidak menganggap remeh hal-hal sederhana yang sering dinikmati sehari-hari.
Di balik berbagai aktivitas tersebut, Persari dan Perkajum memberikan perhatian khusus pada pembentukan akhlaq dan adab, termasuk sikap menghargai dan menghormati orang lain, kemandirian, serta kepercayaan diri. Siswa didorong untuk menghargai teman, mendengarkan guru, menghormati perbedaan, dan menjaga adab dalam setiap kegiatan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengambil keputusan, berinisiatif, dan menyelesaikan tugas secara lebih mandiri dalam lingkungan yang tetap terarah dan suportif.
Seluruh pengalaman ini juga berkaitan erat dengan tema kegiatan. Menjelajahi alam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati lingkungan sekitar dan merenungkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Sang Pencipta. Melalui interaksi dengan alam, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa kagum dan syukur atas ciptaan-Nya serta memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab. Hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan dan menggunakan sumber daya dengan bijak, menjadi praktik nyata untuk menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap alam.
Dalam pelaksanaannya, seluruh rangkaian Persari dan Perkajum mendapatkan pendampingan dari para guru serta ustaz dan ustazah ICM. Pendampingan ini membantu siswa menjalani pengalaman baru, belajar dari setiap tantangan, dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap aktivitas. Dengan bimbingan yang menyeluruh, siswa dapat mengeksplorasi kemampuan, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensi diri sambil tetap menerapkan adab serta prinsip-prinsip Islam.
Pada akhirnya, Persari dan Perkajum bukan sekadar kegiatan perkemahan. Keduanya merupakan pengalaman belajar yang memadukan nilai-nilai Islam, pendidikan kepramukaan, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter. Melalui pengalaman bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai sesama, dan menjaga alam, siswa memperoleh pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di ICM, pembelajaran juga hadir melalui berbagai pengalaman yang mendorong siswa untuk mengenali potensi diri dan mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari. Melalui Persari dan Perkajum, kami berharap setiap siswa dapat terus tumbuh menjadi pribadi yang berakhlaq dan beradab, mandiri, percaya diri, mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama, serta senantiasa menghargai kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seluruh ciptaan-Nya.